Salah satu kutukan eh hikmah berharga :p, dari kuliah s1 di ugm adalah, adanya mata kuliah KKN yang nggak bisa dihindari. Harus dijalani. (Eh, kecuali hari gini ya, karena udah ada kkn cyber yang begitu menggoda ;). Buat adik2 kelas: Bersyukurlah! Beneran, jaman dulu mana ada kenikmatan hidup macam kkn cyber gini hehe)

Singkatnya, dulu I got curse eh bless :p, doing-this-KKN-thing, dengan hidup dua bulan penuh, di sebuah tempat yang namanya dukuh Medelan, kelurahan lupa, kecamatan Jetis, kabupaten Bantul, propinsi ya DIY lah.

Kita (mahasiswa/i) bertujuh, hidup satu atap, berusaha menjalani 2 bulan bareng itu dengan saling tenggang rasa, menghormati, kekeluargaan, musyawarah untuk mufakat (palagi dalam budget hidup yang amat minim) :p dan hal-hal lain yang berjiwa Pancasila lah pokoknya ^ ^. Secara kita kaum intelek, gitu loh. Katanya haha.
You know what, itu teorinya. Hasilnya? Misi suci itu G a g a l.

Kaum intelek ramah terhadap warga sekitar, and helpful sekali, itu bener. Tapi sesama kaum intelek ga bisa akur. Hey, gw mahasiswa teknik, gw cerdas, gw tau apa yang bener. Dan lo tu kagak.
Gitu kali :p, salah satu pendapatnya.
(sumpah gw bukan mahasiswa teknik (dulu. Sekarang iya :p) hehe. Ini juga bukan sindiran ya. if you dont like it, try another way, ambil kata teknik dan ganti pake nama fakultas yang lain. It’s just an example. No hard feeling ya… mahasiswa teknik :p)

Walau antara kami ga pernah ada konfrontasi langsung, tapi ketidak-cocokan yang dipendam kan justru bahaya laten banget tuh :p, yang bisa meledak sewaktu-waktu, without warning. My other friend cerita kalo dia malah secara blak-blakan bertengkar hebat sama ketua sub unit nya (sub unit=serumah, scope kerjanya satu desa/keluarahan. unit=biasanya gabungan sekecamatan) yang sudah membuat 2 bulan hidupnya bagai neraka. & dia akhirnya malah end up lebih banyak berada di sub unit lain dibanding in her own (Yaa.. selain itu juga karena adanya fakta keberadaan rumput eh tetangga sub unit yang lebih hijau sih hehe :p). Hmm.. sounds familiar? Kok berasa ngomongin pertengkaran rumah tangga para artis ya… :D (Siapa ya yang ngerasa ;)?)

Anyway, kita malah lebih sibuk saling menyakiti daripada mikirin project. Eh sorry, mungkin ga se-extrem itu juga ya :p. Masa 2 bulan itu terbukti kok, sukses mendekatkan kami. Semua project juga selesai dengan gemilang. Perpus masjid akhirnya jadi juga, walo gw harus begging datengin pedagang di Shopping (Jogja’s books shopping center, where you can bargain the price) minta sumbangan buku, one by one (sungguh ini kisah nyata!).
(Q: What the ****? Where’s your dignity Hes?
A: That time? I dont have one haha. It’s a part of the learning process, you know. Bcoz we have to achieve all of these,
KKN’s Objectives List:
1. Be An Ultimately Nice & Helpfull Human Being.
2. Don’t Kick Your KKN Friends’s ass, No Matter How Selfish they are, and,
3. Eliminate Your Dignity.)

Hehe, sekali lagi, I think I exaggerate things too much here. Actually, the whole process is quite fun, if I look back & remembering them. Now. Dan, sampai sekarang, kita masih saling kontak kok. Masih saling kangen karena lama ga ketemu. And I really2 luuuuuv them, my KKN-friends :). Sekarang. Now.

TAPI, mungkin itu karena kita udah berada di zona nyaman masing-masing lagi. Coba deh kalo sekarang dikumpulin lagi. Haiyaaa.. :))
Tobat, tobat ^ ^

Pengalaman itu bener-bener memaknai kata-kata yang dulu sering diucapin guru PMP tercinta, Homo homini lupus. Manusia menjadi serigala bagi manusia yang lain. Ternyata bener banget yaaa ^ ^

Terima kasih untuk pengalaman berharga itu ;).
(Q: Jadi, apa dampak pengalaman itu terhadap perkembangan kedewasaan mental & moral anda? Menjadi jauh lebih bijaksana?
A: Ha? Ya enggak lah. Gw kan manusia. Ga bisa menghindari kodrat. Harus jadi serigala juga dong, berarti ;). To kill or to be killed, gitu kan katanya ;). Hihi :D)

:p

—————————————————————————————————————

Dedicated to Fatur, Novi, mbak Rum, Etik, Anton, Ruli.
Despite of that-lupus-thing ;), I really2 miss our time guys. (Tapi kalo suruh ngulangin aku mikir 1000 kali dulu ya hehe). Masa-masa akrab, bahagia, & saling mendukung (misery need company ;), rite), terutama selama 60 hari itu akrab bangetnya 3x sehari, saat kita selalu makan bareng, nasi+sayur+tempe. T i g a kali sehari. Tiga kali enampuluh hari. Seratus delapan puluh tempe. Ok lah, tempe katanya sehat. Tapi.. apa harus sesehat itu siii? Hehe ^ ^
(Eh, jangan2 ini ya sebabnya, yang membuat kami jadi ‘buas’ & berubah dari domba yang manis ;) menjadi bak serigala kelaparan yang makan sesamanya, simply bcoz kami tidak mampu menghadapi tekanan makan tempe terus-menerus selama 180 kali???! Haha.)
Hmm.. Ternyata efek samping dari menjadi vegetarian (paksaan) tu ngeri juga..
Boys & girls, don’t try this at home!