Were Adam & Eve African?
Science May 7th, 2006Dari artikel utama ‘Pengembaraan Manusia’ National Geographic Magazine Maret 2006.
Kode-kode genetika manusia (genom), adalah 99,9 % identik di seluruh dunia. Selebihnya adalah DNA yang bertanggung jawab terhadap perbedaan individual kita (warna mata, dll) dan sebagian DNA yang tidak begitu jelas fungsinya.
Suatu ketika dalam perubahan genetika yang langka (evolusi bo!), mutasi acak dan tidak berbahaya dapat terjadi pada salah satu DNA-DNA yang tak berfungsi ini (belum ketauan aja kali, fungsinya?), yang kemudian diwariskan ke semua keturunan orang itu.
Pada generasi-generasi berikutnya ditemukan bahwa mutasi yang sama atau pemetaan dalam DNA dua orang menunjukkan bahwa mereka memiliki leluhur yang sama.
Pada sebagian besar genom, perubahan-perubahan dalam waktu singkat ini dikaburkan oleh penyusunan kembali genetika yang terjadi setiap kali DNA seorang ibu dan ayah berpadu membuat anak. Untunglah mutasi-mutasi yang memberi petunjuk terlindungi. Salah satunya, disebut DNA mitokondria (mtDNA), yang diteruskan untuk dari ibu ke anak. Dan sebagian besar kromosom Y, yang menentukan laki-laki, berpindah utuh dari ayah ke anak lelaki.
Sejak tahun 1980 peneliti di UCLA Berkeley menggunakan mtDNA untuk mengidentifikasikan tempat asal nenek moyang umat manusia.
Mereka membandingkan mtDNA dari wanita-wanita di seluruh dunia dan menemukan bahwa wanita-wanita keturunan Afrika menunjukkan keanekaragaman dua kali lebih banyak daripada kaum wanita lain.
Karena mutasi-mutasi yang memberi petunjuk kelihatan muncul pada peringkat yang tetap, manusia-manusia modern tentunya pernah hidup di Afrika dua kali lebih lama daripada ditempat lain. Para ilmuwan sekarang memperkirakan bahwa semua manusia yang hidup berhubungan dengan seorang wanita tunggal yang hidup sekitar 150.000 tahun yang lalu di Afrika. (kemudian disebut mitokondria Hawa)
Ia bukanlah satu-satunya wanita yang hidup pada masa itu, tetapi jika para pakar genetika benar, semua umat manusia terkait dengan Hawa melalui mata rantai para ibu yang tak terpatahkan.
Mitokondria Hawa segera bergabung dengan ‘Kromosom Y Adam’, seorang ayah yang fungsinya sama bagi kita semua, juga dari Afrika.
Studi-studi DNA yang secara meningkat menjadi lebih baik telah menegaskan cerita ini lagi dan lagi: Semua bentuk dan warna kulit yang bervariasi dari orang-orang di Bumi mengikuti jejak garis keturunan mereka yakni orang-orang Afrika yang mencari makan di hutan.
—————————————————————————————
Wah keren bener ya.
Buka ngm.com, cari ilustrasi ataw gambar-gambar keren yang memperjelas pemahaman tentang cerita DNA asal-usul manusia ini.