Special Signal

Weird Stuff No Comments »

Ketika kamu berhenti disebuah lampu merah, pernah nggak, merasa nunggu lamaaa banget? Dan pada suatu saat ditengah nunggu lama banget itu, kamu yakin banget kalo habis ini pasti lampu akan ganti hijau.
Sekarang nih, pasti hijau. Eh..kok belum?
Kalo habis ini pasti nih..
Halah, kok belum juga?

Tadi aku berhenti di sebuah perempatan karena lampu merah. Berkali-kali aku merasa ini pasti dah mo ijo nih. Eh, kok warna hijau yang ditunggu tidak kunjung datang juga. Padahal dari arah lain vehicle sudah berhenti, ga ada yang jalan.

Tiba-tiba dari arah kiri ada BMW ngebut belok ke arahku. Disusul motor lewat didepan, jalan lurus sambil ngebut banget kaya kesetanan. Penampakan! ^ ^. Apa artinya? Oh, sekarang nih, pasti lampunya ganti ijo ni!

Ting!

Yup, bener. Ternyata intuisi kurang bisa dipercaya disini. Kalo lo di Indonesia, lagi nunggu lampu merah lama, tiba-tiba ada vehicle yang melaju kaya kesetanan, yak, berarti bisa dipastikan the traffic light in your side is turning green at the same time.
Ya udah sana, cepetan jalan. Mumpung ijo. Tapi kalo mendadak merah, ga sempet nginjek rem, ya udah silahkan aja ngebut kaya kesurupan, sekaligus berbuat baik, ngasih sign ke orang lain yang membutuhkan… (Psst, tapi resiko tanggung sendiri ya) haha :p

————————————-

Hasil pengamatan terhadap responden-responden yang kesurupan di perempatan dokter Angka-veteran :D
For Dora: Dor, ini perempatan dekat rumah nenek moyangmu tu loh ;)

The Happiest Couple in The World

Life 2 Comments »

Tadi malam aku parkir di depan sebuah toko yang sudah tutup. Sambil nunggu si mbak & tante yang belanja di toko sebelahnya.

Di lorong depan toko yang tutup itu, duduk sepasang kakek nenek yang mungkin homeless. Mereka sedang makan nasi bungkus.

Cukup mengharukan sebenarnya, walau mungkin pemandangan seperti itu sudah sangat lumrah terjadi, sehingga orang menjadi biasa melihatnya. Sudah menjadi bagian dari keseharian kita, dan tidak akan membuat orang menengok dua kali.

Anyway, ada satu hal menarik yang aku tangkap dari pemandangan menakjubkan itu. Which is, they look so peacefull. Happy. Kakek nenek itu, wajah mereka tulus dan memancarkan kebahagiaan, semangat hidup. Sama sekali tidak ada rasa dengki, tidak puas, cemberut, kening berkerut, stress, atau tanda-tanda ketidakpuasan lain.

Well, mungkin mereka tidak punya rumah megah di sebuah real estate bergengsi. Mobil mewah dari Eropa. Atau deposito milyaran.

Tapi, mereka tetap bahagia. Mungkin karena, rasa syukur mereka yang melebihi harga rumah megah, mobil mewah maupun deposito milyaran. Melebihi ke semua harga yang bisa diukur dalam uang?

I’m kewl, I’m a famous musician

Inter-human 2 Comments »

If you famous, people will know who you are. Recognize you. Seketika.
If you famous, trust me, you don’t have to talk loudly about how great you are.
But if you do talk so loud about all those crap you think people will interested in, well, you’re not that famous then, babe.

If you really are one great musician, often played in every Hugo’s café in this country, joined in making Homeland’s soundtrack, know Saharani personally, know every musician in Jogja, being Eros from Sheila On 7’s best friend for ages, why did you can’t afford the 50 thousand rupiahs ticket fee for the trip and borrow from your mate first? The girl who sat next to you who eagerly listen to every crap you said.

-Me, the girl who sat in front of you-

PS: Btw, where’s your loud voice gone when you ask her to lend you some money? Why did you suddenly became so silent and whisper when you say, ‘pinjem dulu ya.. Sialan nih, ATMku ketelen sih kemaren..’

Running Out of Air Space

Web/Tech 2 Comments »

Suatu hari sewaktu melihat tampilan layar monitor berupa garis yang melonjak-lonjak karena ada interfensi dari frekuensi sinyal ponselku, seorang teman berkata, ‘Wah, jangan-jangan kalo kita lagi nelpon (baca: mendekatkan ponsel ke kepala) didalam kepala kita keadaannya kaya gini ya. Cuma kita nggak bisa liat aja..’

Hiii..ngeri nggak sih.

Trus kalo dipikir-pikir lagi, bukan cuma sinyal ponsel saja dunk, yang berseliweran disekitar kita. Dengan frekuensi yang macem-macem, semua devices/tools milik kita saling berkomunikasi terus menerus.

GSM, CDMA, infra red, blue tooth, microwave, wavelan, gelombang radio, wi-fi, WLAN, dan semua protokol/tools wireless-wireless lainnya.

Gila, kalau saja bisa dilihat (dipetakan), mungkin sebenarnya udara kita ini sudah penuh sesak kali ya??? :p

Nggak daratan nggak perairan yang makin lebar eksploitasi, sekarang giliran udara… ^ ^

Dukungan Pihak Lain

Life 2 Comments »

Ceritanya, dalam rangka persiapan mau punya gawe, rumah jadi kinda busy. Kemarin siang ada rapat panitia final, dimana semua pihak yang terlibat diundang. Mulai dari perias, bagian dekor, penerima tamu, katering dan seterusnya dan seterusnya.

Sebelumnya memang beberapa kali sudah rapat informal, juga ngurus ini itu, tapi dengan rapat gladi resik ini, kayanya persiapan penyelenggaraan pernikahan sudah officially dimulai.

Jreng!! Hehe :p

Anyway, kemarin pagi, sebelum rapat panitia itu dimulai, seorang yang bisa ‘melihat’ yang tak kasat mata mengatakan, ada beberapa spirit atau apalah namanya, datang ke rumah. Mau ikut rapat panitia mungkin?

Kok bisa tahu sih? I asked him. Dari mana taunya?
Dari bau dan energinya, jawabnya.
Terus, mau ngapain? Ku tanya lagi.
Ya..mungkin mau ikut mangayubagyo. (Aku jg ga tau pasti artinya mangayubagyo. Maksudnya ikut mendukung, gitu kali?-red)
Jadi, nggak cuma di sini. Di dunia sana juga sudah mulai ada persiapan menyambut acara pernikahannya mbak D.

Hwhat??
Ya..percaya nggak percaya memang tampaknya manusia tidak hidup sendirian di dunia ini kan. Ada banyak hal lain yang tidak kita ketahui selain yang tampak didepan mata.

Ya udah deh, kalau memang mau bantu dan ngasih dukungan, thanks ya guys.. ;)
————————————————————————————————

Saat-saat Sakral

Life 7 Comments »

Apakah pernikahan harus selalu dirayakan dengan sebuah pesta besar-besaran yang mengundang (minimal)ribuan orang?
Belum lagi kalo ngomongin berbagai aksesoris yang menyertainya. Dari baju pengantin berharga luar biasa yang dijamin cuma dipakai sekali seumur hidup, paket pre-wedding, honey moon trip, dan seterusnya dan seterusnya.

Kalau mau ngomongin tentang budaya dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat, pasti jawabannya, ‘Sudah tradisi’ atau ‘Malu kalau nggak ada resepsi’ atau yang lain lagi, ‘Nanti apa kata orang’ dan seterusnya dan seterusnya..

Sedangkan kalau mau ngomongin perilaku licik & nggak pantes, sekarang malah some people DID celebrate a wed in getting benefit, profit. What else? To get money. Sengaja biar untung dari uang sumbangan. Yaiks!

Coba deh balik ke awal. Konsep awal dari sebuah ‘resepsi’ pernikahan itu apa sih?
Syukuran (walimah). Sebagai tanda kita bersyukur atas berkah yang diberikan. Atas terjadinya pernikahan ini. Sebagai ajang berkumpul dengan orang-orang terdekat yang kita sayangi, hormati. Sebagai pemberitahuan kepada para tetangga usil biar mereka tahu sekarang kedua orang ini sudah halal. Malam minggu mau ngapel sampai pagi juga sah.

Lebih basic lagi, esensi terpentingnya adalah akad nikah kan. Ijab kabul. Saat dimana janji diucapkan didepan Tuhan. Saat yang paling sakral. Saat dimana harusnya semua orang datang pada saat ini, bukannya justru masih sibuk di salon biar keliatan astonish di resepsi nanti.

Apa sih pentingnya resepsi? Cuma ketemu manusia juga.

Tapi di akad nikah, kita bisa bertemu Tuhan.
Mereka bilang, pada acara akad nikah, malaikat turun ke bumi. Ikut menyaksikannya. Ikut menjadi saksi peristiwa penting ini. Sehingga dikatakan, akad nikah adalah salah satu waktu dimana doa menjadi muktajab. Langsung didengar olehNya. Dan dikabulkanNya.
Sehingga setelah ijab kabul selesai, pasti ada doa bersama untuk mendoakan sang pengantin. Dipimpin penghulu atau orang lain yang ditunjuk.

Doanya akan didengarkan. Akan diamini oleh semua yang hadir. Manusia dan malaikat. Bersama-sama meng-amini doa untuk sang pengantin.

Untuk hidup mereka setelahnya. Untuk dipermudah jalannya. Untuk selalu bermanfaat. Untuk berada di bawah lindunganNya.

Untuk kedua pengantin. Untuk ibu dan ayah mereka. Untuk seluruh umatNya.

Semoga selalu diberkahi Allah SWT, Amien..

____________________________________________________________________

Dedicated to my lovely one & only sister, who’s getting married next month.
“You go, girl! Cepat punya anak ya, aku dah ga sabar ni pengen menimang ponakan haha ;)”

PS: Hes, jadi kesimpulannya ga da resepsi?
Hwhat?! Gila apa? Apa nanti kata orang….

^ ^

(Bukan) Manusia

Inter-human 8 Comments »

This is a true story. It just happened to me half an hour ago.

4 PM, I was on my way to my friend’s house in Bantul. Somewhere in a T-junction near Jokteng, I stopped, waiting the traffic light turn to green.

Nah, waktu udah ijo, dari arah belakang ada orang nyalip motor gw dari kanan, sambil ngomong sesuatu ke gw. Ha? Gw dah was-was. Did I do sumthing wrong? Perasaan dari tadi ga nabrak ato berbuat yang lain yang melanggar hak asasi orang lain.

Gw cuekin aja itu orang. Halah, paling juga ngomong ga penting. Gw pun berlalu dengan tidak peduli.

Setelah belak belok beberapa kali dijalan-jalan kecil kompleks Kraton itu, gw ga sengaja liat spion, & kaget, ternyata orang tadi masih di belakang gw persis. How can I tell? Because he’s wearing a red football tee. Jelas jadinya kentara banget.
Ha? Ngapain ni orang. Gw kembali belak belok sambil positive thinking, ah, mungkin kebetulan aja arahnya sama kaya gw. So what, emang gw pikirin..

Dari MT Haryono gw belok selatan ke DI Panjaitan. Gw dah lupa sama si bintit penguntit tadi. Sekarang konsen liat ke kanan jalan, nyari rumah temen, karena dah lupa tepatnya dimana.

Eh, tiba-tiba dari kiri si red-football-tee nyalip, menjajari gw. Trus dia bilang gini, ‘Ikut saya ke hotel ya, saya kasih 400 ribu..’’

Gw terlalu takjub & jadi speechless. Cuman mengernyit kinda disgust. Eh dia ngomong lagi, ‘Butuh banget ni.’ Haduh mukanya tu lho. I bet he didn’t thinking about the weather right now!

Otomatis gw jawab, ‘Nggak!!’
Trus ngebut. Try to leaving this monster way back.

Eh dia ngebut juga, sambil masih ngomong lagi, ‘Soalnya, paha kamu itu lho, gede.. Saya suka..’

What the ****????!!!!
Eh, itu mulut sama mata tolong dijaga ya!
Gila, blom pernah dilempar sepeda motor sampe mati ya?!

Sebelum dia selesai ngomong gw langsung bilang, ‘Tak laporin polisi lho mas!’
Dia masih berusaha ngomong tapi gw ulang lagi kata-kata tadi sambil membentak.

Selama this freaking conversation berlangsung, motor gw tetep jalan lho. & you know where I were now, udah sampe di depan pondok pesantren Krapyak. Pondok P e s a n t r e n gitu loh. Orang yang lewat di depannya malah lagi ntah mikir apa which I absolutely don’t want to know, yang jelas bukan tentang ayat-ayat Al Quran kali ya..

Gw langsung berhenti dan balik arah. Untunglah dia mungkin putus asa >: , n terus aja, ga balik arah juga.

Setelah itu, di jalan, gw yang tadinya esmosi berat (secara gw ditawar, bo!) malah jadi geli banget. Haha plis deh. Nggak salah ya, flirtingnya. Pake ngomong paha gw gede, lagi. Aduh itu pemilihan kata yang salah banget deh mas. Mending muji sexy ato gimana whahaha.

What had happened?! When I stopped at the red light before, did he stop behind me, watch my big ass & turn on, or what =))

Whuahaha please deh, sumpah lucu banget sih. Kejadian yang aneh..

PS: FYI, I’m wearing long pants loh. Trousers. & I swear it’s loose, not even tight.
& they always said it was the woman’s fault if a sexual harrasement happen. Because she’s wearing too sexy dress & it stimulates man. Too sexy? Puhlesss..
Atau komentar lain yang sering diucapkan juga, ‘….yah, soalnya tu cewek emang gatel sih, genit! Ga heran dia dilecehin sama laki-laki.’
Please deh, apa sih definisi genit, gatel? Look at me. I’m everything but that. Just confirm it with everyone who know me ;). Bahkan sampe sekarang pun temen kul ku Pak Ben masih belum mau mengakui klo aku perempuan :D. Please deh Pak Ben ;) (Buat si bung: gimana bung, masa sih bung yang satu ini gatel ;))
Emangnya belom mandi kali, gatel..
I’m riding a motorbike. Seberapa genitkah seseorang bisa, kalo lagi naik motor?? Mungkin sambil lenggak-lenggok gitu, kedip sana kedip sini oh oh emangnya nggak sayang nyawa..
I’m just being…me! & still he said that mean words to me.
See, it’s not because the way we behave or our outfit.
It’s simply because the thing that fill in your mind, dude. In your mind.

PS dua: Sorry Nop, lom jadi nengok kamu. Batal dulu, karena satu & lain hal ;)
PS tiga: Brengsek! Berani-beraninya dia nyebut angka 400ribu. Murah banget siii!! Nggak terima!! Hahaha :D
Eh, jadi nyesel. Kenapa tadi ga gw tabrak aja ya motornya. Sampai jatuh. Trus gw tendangin orangnya, sambil neriakin, marah-marah. Kalo perlu pake nangis-nangis bombay segala. Pengen tahu juga dunk, gimana rasanya being a drama queen sekali-kali ;). Pasti orang-orang sekitar situ pada belain gw deh :D. Wah pasti seru banget bo! ^ ^. Hihi.. kayanya asyik juga ya.. :p

Sukurin. Emang enak jadi objek pikiran jorok lo yang ga mutu!!

——————————————————————————————————

-I don’t think God gave us sexual ability to harm others, both physic and mentally..-

Complain

Inter-human 7 Comments »

Aku harus komplain ke sebuah toko yang berinisial KK. Someone ask me to do it. Why? Because the store is in Jogja, while she isn’t. But I am. So, she ask me for a favor. & Oh, also because I’m such a nice girl ;)

A week gone by. And I know I can’t postpone it forever. I still have to do it anyway, someday. So, I went there last night. It’s a famous gift shop in Jogja.

After I said my first sentence, “mbak, dulu ini pesen di sini. Ternyata nggak sesuai kaya yang dipesen.” (ok, several first sentences), I completly realize why I did  try to postpone this task so hard. (Even try to forget this favor? woops :p)
Simple, some people is not happy knowing that their was wrong. And guess who’s the lucky person who have to say all this crap that to them? Yup, me. And believe me, they surely did NOT happy. Very very not.

They got upset. First they became soo busy looking for the order note in their books. And they can’t find it (Hey, it got nothing to do with me, right? I didn’t tear up the page or erase the order or anything in THEIR own book). Please deh ^ ^

And they kept saying, ‘who made this? Do you’, etc..
O my God. Now they’re start to blame each other. Four shop assistant, sitting in the corner with the books on their lap, and bubling in a quite-loud-tone-so-everyone-in-the-store-should-be-know-that-they’re-having-a-code-red-situation-here.

They’re so busy in this effort trying to find any clue, to defend their self, and completely ignore other customer (including me). A girl stand next me have to call them over and over to ask for an assistant. (mbak. Mbak, mbak. Mbak! Gimana sih ni mbaknya. Mbak!) And even when she wanted to pay. There is no one in the cashier. She have to go back and ask again, ‘mbak, kasirnya mana?’
Poor girl. Yang tabah ya  ;). Aku juga lagi di hot seat nih :p.

So there I am, standing and doing nothing (they need to asking me silly & same questions over and over, so I have to be there all along) & watching this drama.
And as minutes fly away, so did my patience. Then I said, “mbak, udah, ini diganti aja. Nanti ku bayar. Kaya’ aku pesen lagi.”

Heran, gitu aja kok repot?

Anyway, as I’m writing this, I became really realize & remember some (or bunch ;) hehe)  times where I do the same thing.  Being not-so-happy-to-know-that-i-was-wrong. Critics & complain surely not as easy as compliment to accept. But maybe, they are much more important. Because only by knowing what’s wrong with us, we can learn & be a better one. Right ;)

Well, those shop assistants, they should thank me last night then ;), instead of giving me a hard time fufu :p

—–
What about you Hesti? Can you accept critics fairly?
Wah, ga juga. Boys & girls, dont try this at home. Aku kalo dibilangin malah makin menjadi hihi :D

Kerajaan Indonesia

Misc No Comments »

Tahu nggak, negara kita ini nggak serta merta langsung berbentuk seperti ini lho. Dulu ada rapat penting yang menentukan bentuk negara kita ini, kenapa kok bisa jadi sebuah republik Indonesia. Kalau saja hasil keputusan rapat itu berbeda, bisa jadi Indonesia sekarang bakalan menjadi sebuah kerajaan (monarchi) loh ^ ^. Whuahaha berarti Suharto, Habibie, Megawati, Gus Dur itu para mantan raja dan ratu dunk. Keren ya :D
(Transkrip)
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Sidang Kedua
Rapat Besar tanggal 10 Juli 1945
Waktu: 8.30-9.46, 10.46-12.00, 14.00 WIB
Tempat: Gedung Tyuuoo Sangi-In (sekarang departemen Luar Negeri)
Acara: Pembicaraan tentang bentuk negara
Ketua sidang: Dr. K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat

Total isi transkrip sidang ini lumayan banyak (41 halaman), jadi nggak mungkinlah, gue tulis semua. Ini cuplikan percakapan diskusi sidang di saat-saat terakhirnya, waktu sidang sudah hampir selesai, tinggal pemungutan suara aja. Coba baca transkripnya di bawah ini, sambil bayangin mereka dulu rapat ;). Di gedung peninggalan Belanda, dibawah pendudukan Jepang, mungkin pada pake baju putih-putih bergaya ambtenaar macam pak Karno kali ya.

Wakil ketua SOEROSO:
Yang hadir sekarang ada 63 anggota.
Itulah yang akan menyatakan suaranya, berapa mufakat dengan republik berapa dengan kerajaan.

Anggota MOEZAKIR:
Saya mohon dari Tuan-tuan anggota sekalian! (Loh, nyonya kok ga disebut??? Padahal ada beberapa Nyonya yang jadi anggota BPUPKI loh-red)
Oleh karena kita menghadapi saat yang suci, baiklah kita mengheningkan cipta, supaya janganlah hati kita dipengaruhi oleh sesuatu yang tidak suci, tetap dengan segala keikhlasan menghadapi keputusan tentang bentuk negara yang akan didirikan, dengan hati yang murni, yang tidak terpengaruh oleh sesuatu maksud yang tidak suci.
Oleh karena itu, saya mohon kepada Paduka Tuan-tuan sekalian, sukalah Tuan-tuan berdiri dihadapan hadirat Allah subhanahuwataala untuk meminta doa.

Ketua RADJIMAN:
Usul itu kita turuti dan saya minta marilah kita mengheningkan cipta, supaya mendapat pikiran yang suci dan murni dalam pemilihan.
Rapat meminta doa dengan pimpinan Ki Bagoes Hadikoesoemo yang membacakan Fatihah.
Sesudah itu diadakan pengumpulan suara.

Anggota DASAAD:
Tuan Ketua, kami sudah mengetahui, bahwa ada 64 stem.
Yang memilih republik ada 55 stem, kerajaan 6, lain-lain 2 dan belangko 1.

Ketua RADJIMAN:
Saya mengucapkan terima kasih atas pekerjaan komisi. Anggota sekalian sudah mendengar, bahwa telah dipilih oleh sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai yang kedua kali ini, yang melahirkan 64 stem, ialah 55 republik, 6 kerajaan, 1 belangko dan 2 lain-lain. Jadi semuanya ada 64.
Sudah ada ketetapan dalam waktu ini, nanti kita membuat pelaporan yang sejelas-jelasnya.

Anggota SOEKARNO:
Jadi, putusan Panitia itu republik?

Ketua RADJIMAN:
Sudah terang republik yang dipilih dengan suara yang terbanyak. Sekarang saya minta beristirahat.
Rapat ditunda sampai pukul 16.35 (15.05 WIB).

Studio, Jumat 2 Juni 2006/ 11:30 AM, dalam rangka hari jadi Pancasila bo ;) (1 Juni)
Diambil dari buku:
Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
28 Mei 1945 – 22 Agustus 1945
Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta, 1995 (Edisi III).

Belum Berakhir

Current Affairs 4 Comments »

Yeow, sampai saat ini masih sering terjadi gempa susulan.
Kemarin siang (8 Juni 2006) ada lagi 2X gempa susulan yang lumayan gede, 3,8 SR. Orang-orang kembali panik. (orang-orang itu termasuk aku-red). Takut & inget gempa pertama yang 5,9 SR dulu itu.
Deg-degan & was-was terus nih jadinya.

Eh sekarang ditambah lagi isu Merapi yang mo meletus. Soalnya jarak luncuran awan panasnya makin jauh..
Helikopter & ambulans banyak bgt, wirawiri di jogja.

My o my.

Btw, sekarang Jumat 9 Juni 2006. Kampus sepi banget! Di lorong cuma aku sendirian. Tadi ada beberapa dosen kayanya rapat. Tapi trus mereka pulang dengan tergesa-gesa. Mang setelah diperhatiin semua yang dari tadi lalu lalang disini jalannya cepet-cepet banget. Pengen buru-buru nyelesain urusan & pulang ke rumah?? (baca: rumah=save place?)

Ngeri.
Semoga ga da apa-apa lagi ya…..


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in