Tahu nggak, negara kita ini nggak serta merta langsung berbentuk seperti ini lho. Dulu ada rapat penting yang menentukan bentuk negara kita ini, kenapa kok bisa jadi sebuah republik Indonesia. Kalau saja hasil keputusan rapat itu berbeda, bisa jadi Indonesia sekarang bakalan menjadi sebuah kerajaan (monarchi) loh ^ ^. Whuahaha berarti Suharto, Habibie, Megawati, Gus Dur itu para mantan raja dan ratu dunk. Keren ya :D
(Transkrip)
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Sidang Kedua
Rapat Besar tanggal 10 Juli 1945
Waktu: 8.30-9.46, 10.46-12.00, 14.00 WIB
Tempat: Gedung Tyuuoo Sangi-In (sekarang departemen Luar Negeri)
Acara: Pembicaraan tentang bentuk negara
Ketua sidang: Dr. K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat

Total isi transkrip sidang ini lumayan banyak (41 halaman), jadi nggak mungkinlah, gue tulis semua. Ini cuplikan percakapan diskusi sidang di saat-saat terakhirnya, waktu sidang sudah hampir selesai, tinggal pemungutan suara aja. Coba baca transkripnya di bawah ini, sambil bayangin mereka dulu rapat ;). Di gedung peninggalan Belanda, dibawah pendudukan Jepang, mungkin pada pake baju putih-putih bergaya ambtenaar macam pak Karno kali ya.

Wakil ketua SOEROSO:
Yang hadir sekarang ada 63 anggota.
Itulah yang akan menyatakan suaranya, berapa mufakat dengan republik berapa dengan kerajaan.

Anggota MOEZAKIR:
Saya mohon dari Tuan-tuan anggota sekalian! (Loh, nyonya kok ga disebut??? Padahal ada beberapa Nyonya yang jadi anggota BPUPKI loh-red)
Oleh karena kita menghadapi saat yang suci, baiklah kita mengheningkan cipta, supaya janganlah hati kita dipengaruhi oleh sesuatu yang tidak suci, tetap dengan segala keikhlasan menghadapi keputusan tentang bentuk negara yang akan didirikan, dengan hati yang murni, yang tidak terpengaruh oleh sesuatu maksud yang tidak suci.
Oleh karena itu, saya mohon kepada Paduka Tuan-tuan sekalian, sukalah Tuan-tuan berdiri dihadapan hadirat Allah subhanahuwataala untuk meminta doa.

Ketua RADJIMAN:
Usul itu kita turuti dan saya minta marilah kita mengheningkan cipta, supaya mendapat pikiran yang suci dan murni dalam pemilihan.
Rapat meminta doa dengan pimpinan Ki Bagoes Hadikoesoemo yang membacakan Fatihah.
Sesudah itu diadakan pengumpulan suara.

Anggota DASAAD:
Tuan Ketua, kami sudah mengetahui, bahwa ada 64 stem.
Yang memilih republik ada 55 stem, kerajaan 6, lain-lain 2 dan belangko 1.

Ketua RADJIMAN:
Saya mengucapkan terima kasih atas pekerjaan komisi. Anggota sekalian sudah mendengar, bahwa telah dipilih oleh sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai yang kedua kali ini, yang melahirkan 64 stem, ialah 55 republik, 6 kerajaan, 1 belangko dan 2 lain-lain. Jadi semuanya ada 64.
Sudah ada ketetapan dalam waktu ini, nanti kita membuat pelaporan yang sejelas-jelasnya.

Anggota SOEKARNO:
Jadi, putusan Panitia itu republik?

Ketua RADJIMAN:
Sudah terang republik yang dipilih dengan suara yang terbanyak. Sekarang saya minta beristirahat.
Rapat ditunda sampai pukul 16.35 (15.05 WIB).

Studio, Jumat 2 Juni 2006/ 11:30 AM, dalam rangka hari jadi Pancasila bo ;) (1 Juni)
Diambil dari buku:
Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
28 Mei 1945 – 22 Agustus 1945
Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta, 1995 (Edisi III).