Running Out of Air Space
Web/Tech June 25th, 2006Suatu hari sewaktu melihat tampilan layar monitor berupa garis yang melonjak-lonjak karena ada interfensi dari frekuensi sinyal ponselku, seorang teman berkata, ‘Wah, jangan-jangan kalo kita lagi nelpon (baca: mendekatkan ponsel ke kepala) didalam kepala kita keadaannya kaya gini ya. Cuma kita nggak bisa liat aja..’
Hiii..ngeri nggak sih.
Trus kalo dipikir-pikir lagi, bukan cuma sinyal ponsel saja dunk, yang berseliweran disekitar kita. Dengan frekuensi yang macem-macem, semua devices/tools milik kita saling berkomunikasi terus menerus.
GSM, CDMA, infra red, blue tooth, microwave, wavelan, gelombang radio, wi-fi, WLAN, dan semua protokol/tools wireless-wireless lainnya.
Gila, kalau saja bisa dilihat (dipetakan), mungkin sebenarnya udara kita ini sudah penuh sesak kali ya??? :p
Nggak daratan nggak perairan yang makin lebar eksploitasi, sekarang giliran udara… ^ ^
June 25th, 2006 at 5:50 pm
Wah Hest, analisis kmu baru dari sisi ‘modern’ information technology, dimana komunikasi dan transfer data melalui media berupa satelite/gadget/handset/hardware yg notabene dibikin oleh manusia.
dgn media yg bermacam-macam (bahkan mungkin lbh kompleks dr tools yg banyak kita pake skrg).
Pernah gak coba ngebayang atau berfikir tentang konsep metaphisics, yg mungkin di dlmnya terdapat ‘information technology’ yang walaupun sifatnya masih primitif, tapi sepertinya memakai konsep transfer/komunikasi ‘data’ seperti yg kita pakai sekarang, yaitu dgn memanfaatkan yg belakangan kita ketahui itu sbg frekuensi
Wah aku kie ngomong opo toh?
Hest, ntar klo dah baca2 buku2 ato whateverlah tentang metaphisics jelasin ke gW yak…
susah bgt nech cari pemahaman ttg metaphisics, cenayang dan kawan sejenisnya.
Salam,
Hundee
June 29th, 2006 at 7:51 am
Kesimpulan: memang penuh banget kali ya, lalu lintas gelombang di dunia ini, dalam berbagai frekuensi ^ ^, physics or metaphysics..