The Happiest Couple in The World
Life June 25th, 2006Tadi malam aku parkir di depan sebuah toko yang sudah tutup. Sambil nunggu si mbak & tante yang belanja di toko sebelahnya.
Di lorong depan toko yang tutup itu, duduk sepasang kakek nenek yang mungkin homeless. Mereka sedang makan nasi bungkus.
Cukup mengharukan sebenarnya, walau mungkin pemandangan seperti itu sudah sangat lumrah terjadi, sehingga orang menjadi biasa melihatnya. Sudah menjadi bagian dari keseharian kita, dan tidak akan membuat orang menengok dua kali.
Anyway, ada satu hal menarik yang aku tangkap dari pemandangan menakjubkan itu. Which is, they look so peacefull. Happy. Kakek nenek itu, wajah mereka tulus dan memancarkan kebahagiaan, semangat hidup. Sama sekali tidak ada rasa dengki, tidak puas, cemberut, kening berkerut, stress, atau tanda-tanda ketidakpuasan lain.
Well, mungkin mereka tidak punya rumah megah di sebuah real estate bergengsi. Mobil mewah dari Eropa. Atau deposito milyaran.
Tapi, mereka tetap bahagia. Mungkin karena, rasa syukur mereka yang melebihi harga rumah megah, mobil mewah maupun deposito milyaran. Melebihi ke semua harga yang bisa diukur dalam uang?
…
June 25th, 2006 at 9:31 pm
Hi Hesti,
hebat idemu untuk memuatnya dalam blogermu. ya memang rasa sukur sekecil apapun oleh Allah akan selalu diperhatikan dan bahkan Allah akan menambah rezeki-rezeki berikutnya, terlepas dari apa yg di sukurinya! La indzarkartum la adzidanakum, kata Allah dalam kitab Alquran. Ku kira mbak Hesti kan juga demikian ya kan!?
Salam sukses
Ibnu
June 29th, 2006 at 7:15 am
Wah, kalo saya kayanya amat sangat belum, itu aja pake banget p Ibnu hehe :p. Semoga kita smua makin bisa mensyukuri segala sesuatu ya ^ ^, Amien..