Tapiii, My Best Friends Hate My Sweetheart

Pokoknya Laaavv Melulu 6 Comments »

Lo punya pacar baru. Yang OK banget. Ataupun tidak :D. Yah terserahlah :p, pokoknya punya pacar baru yang ceritanya sangat lo cintai ;). Loh, ya udah? Hepi-hepi sekali dunk. Maybe.

Tapiiii ada satu masalah. Sahabat-sahabat lo nggak suka sama dia. Mending kalo cuma nggak suka. Lah ini, malah benci. Sama sekali ga mo ketemu. Males banget bawaannya kalo lo lagi cerita tentang pacar lo.

Duh, sedih nggak sih?

Kalo mo ngomong soal hak asasi, memang keputusan pengambilan pilihan itu ada ditangan lo, bukan sahabat lo. Mau milih pacar kek, milih sekolah kek, harus gw dong yang mutusin. There’s nothing to do with them. Pacar-pacar gue, pilihan-pilihan gue. Apa hubungannya sama mereka, gitu loh ;). Yup, bener banget, memang.

Tapiii, gimana kalo sahabat lo tuh udah deket banget. Udah bersahabat sama lo belasan tahun. Hubungan kalian bahkan melebihi saudara kandung. Dia tahu kamu, kamu juga ngerti dia. Banget.

Dan entah kita sadari atau tidak, secara bawah sadar maupun di atas sadar kali :p, sahabat lo itu sebenarnya bagaikan radar yang bisa men-scan hal-hal baru yang dia pikir bakal cocok sama lo. Ataupun sebaliknya, which doesn’t suit you.
Chemistry antara lo dan sahabat lo mungkin sudah klop banget. Jadi, kalo menurut dia there’s-sumthing-wrong with your sweetheart, kayanya bisa jadi bener deh :D.

Tapiii, jangan patah semangat dulu ;). Kalo dipikir masalah perasaan (cinta/suka/sayang/whateva) itu beda banget sama hal-hal lain. nggak sama kaya pilihan sekolah. Pilihan baju. Dan seterusnya dan seterusnya.

Ngomong soal perasaan, siapa yang tahu. Banyak banget kejutan dan misteri yang bisa muncul. Makanya muncul istilah kaya ‘love is blind’, ‘lebih baik sakit gigi daripada sakit hati’, ‘belahlah dadaku’ dan istilah-istilah serem lainnya yang bomba banget :D. Gila aja, masa sampai rela tubuh lo dimutilasi tanpa alasan yang jelas :D. Misterius banget kan penyebabnya.
(Btw, Abu, pa kabar ;). Kalo kamu jatuh cinta & pengen mutilasi, just call me, K. Murah, cepat, akurat, ongkos hemat. Tanpa rasa sakit bo :D)

Anyway, misalnya, mungkin temen lo bener. Your sweetheart is crap :p,

Tapiii, dia ngomong begitu karena dia nggak bisa ngeliat dari sudut pandang lo. Sudut pandang yang kata orang lagi dimabuk cinta ;) haha. Mungkin pacar lo memang bener not-worth-it. Tapi lo suka. Lo mau berkorban. Korban perasaan, korban sapi, kambing, dst terserah. Mau memperjuangkan hubungan kalian berdua. Yakin akan masa depan kalian berdua. Ya udah. Don’t listen to them dunk ;)
Ada banyak cerita tentang seseorang yang pacarnya selalu dibenci sahabat-sahabatnya. Mereka bilang si pacar brengsek, player, ga setia, mata duitan, bego, kurang tajir, sombong, ga tahu sopan santun, dsb pokoknya semua kata sifat yang bermakna negatif bakal mendadak diklaim ada padanya. Well, memang sih akhirnya hubungan percintaannya selalu kandas. Tapiii, bisa jadi itu salah mereka sendiri kan, yang memang nggak mau menjaga hubungan itu? Atau juga karena memang mereka tidak cocok, seperti ramalan para sahabat yang sudah merasa mereka tidak akan bisa get along?

Ada juga banyak cerita lain tentang hubungan yang ditentang oleh banyak pihak. Tapi karena kegigihan mereka berdua, akhirnya semua prasangka negatif yang sebelumnya muncul dengan sendirinya sirna. Well, mungkin mereka memang nggak cocok. Mungkin perilaku dia memang sering menyebalkan. Tapi jika lo berdua sudah bertekad untuk saling menjadi soul-mate masing-masing, ga masalah kan ;). Apapun rintangan akan kuhadapi, tujuh samudera akan kusebrangi deh, haha :D.

Tapiii, kita nggak lagi ngomongin cerita-cerita itu. Kita lagi ngomongin lo ;). Yakin nggak, lo sanggup menyeberangi tujuh samudera? Dan yang lebih penting lagi ;), lo yakin nggak, kalo dia m-a-u menyeberangi tujuh samudera demi lo??
Harus ada nota kesepakatan :D dari kedua belah pihak kali ya. Kalo komitmen walau kuat banget, cuma datang dari satu pihak…gimana dong?

Ikutin feeling sahabatmu, kali???????
Because maybe, right now, you’re way too blind to see. To decide. To think logically hehe :D. Namanya juga lagi jatuh cinta, berjuta rasanya gitu loh.. ;)
What d’you think of, guys? Pilih sahabat apa pacar??????????????? ;)
———————————————————————————————————————

Kalau kita terkurung disebuah kotak, kita nggak akan bisa melihat sudut pandang versi lain, misalnya sudut pandang yang didapat jika melihat kotak itu dari dunia luar. Makanya kita perlu tahu pemikiran dari sudut pandang out-of-the-box dong, sudut pandang yang sama sekali berbeda, yang tidak melibatkan perasaan being-in-that-box. Begitu? ;)
Ayyyo siapa yang ga setuju unjuk komentar :D haha ;)

Ketidakbahagiaan Bukan Lawan Dari Kebahagiaan

Books 3 Comments »

Dari buku Masaru Emoto’s The Secret Life of Water
PT GPU, 2006 halaman 21

(Pengantar dari gw: Emoto melakukan penelitian, memotret bentuk air sebelum dan sesudah perlakuan tertentu. Misalnya, jika air didengarkan kata-kata positif seperti doa-doa, terima kasih, dll ternyata air berubah bentuk menjadi kristal yang sangat indah, mewujud heksagonal yang dipercaya sangat berguna untuk penyembuhan. Jika mendapat perlakuan sebaliknya, air berubah bentuk menjadi tidak keruan dan mengkerut. Nah tentang bahagia dan ketidakbahagiaan, air ternyata mengungkapkan pendapatnya dengan jelas akan masing-masing kata tersebut)


hidup tidak semuanya kebahagiaan. Selama ada kehidupan, akan ada kesedihan. Semua harapan tinggi kita dapat dengan mudah dikempiskan, tetapi ada sebuah cara lain untuk memandangnya yakni menyadari bahwa ketidakbahagiaan adalah jalan menuju kebahagiaan.

Kami memaparkan air pada kata-kata ‘kebahagiaan’ dan ‘ketidakbahagiaan’. Seperti diduga, air yang dipaparkan pada kata ‘kebahagiaan’ membentuk kristal-kristal bundar yang indah yang dapat menjadi cincin yang berharga. Tetapi bagaimana dengan air yang dipaparkan pada kata ‘ketidakbahagiaan’? Kami menduga akan mendapatkan kristal berbentuk buruk dan rusak, tapi ternyata kristal ini berbentuk heksagonal yang agak indah, yang tampak seperti terpotong dua. Tampak seakan-akan air berusaha sebaik mungkin untuk membentuk kristal-kristal. Oleh karenanya, tampaknya ketidakbahagiaan bukan lawan dari kebahagiaan. Sebenarnya ketidakbahagiaan adalah proses yang diperlukan untuk menciptakan kebahagiaan.

Nah, jadi, yang lagi frustasi karena Brazil kalah kemarin :D, jangan sedih deh. Pasti ketidakbahagiaan Brazil ini adalah jalan menuju kebahagiaan. Juara di piala dunia 2010 mungkin? ;) hehe.

Yang tidak lulus UN, yang sedih ga bisa ikut pra :D, dan lain-lain dan lain-lain pokoknya yang lagi merasa tidak bahagia, tenang aja. There’s a big bucket fill with gold waiting for you at the end of your rainbow kok ;)

Pay to Get Tortured. Would you?

Life 1 Comment »

I would. I did, actually. Stupid me :(. But, it happened a long long time ago. Time when Dinosaurs still alive and none of Friendster neither internet were found. ^ ^

Ceritanya, suatu hari gw dipaksa menemani seorang tante –yang harus kurahasiakan namanya demi kelangsungan hidupku– ;), pergi ke dokter yang ahli akupuntur di rumah sakit B di Jogja. Buat apa lagi? Melangsingkan diri, jelas.

Tujuan utamanya kan si tante. Tapi dokternya malah lebih napsu melihat gw. ‘Nah, mbaknya ini yang perlu banget..’
Halah, apaan sih. Gw kan sebenernya cuma nemenin, kok malah kepradah?? Huhu.. :(
Akhirnya gw terbujuk atau tertekan ga jelas juga :D, untuk ikut treatment itu. Kita sudah dengan percaya diri mendaftarkan diri ikut beberapa sesi tanpa tahu apa yang menanti di masa depan..

Saat yang tidak dinantikan itu pun akhirnya datang. Jadwal gw lebih duluan daripada si tante. Dengan lugu gw berangkat memenuhi janji dengan dokter C tersebut, yang setelah kulihat ke-tega-annya, keahlian menyiksa dan darah dinginnya gw yakin sebenarnya adalah penjelmaan langsung dari Lucifer himself! Hehe :p.

Beginilah ritual pengorbanan manusia itu dimulai:
Pertama seorang suster yang merupakan antek si Lucifer memasang jarum-jarum di sekujur tubuh gw. Jumlahnya berapa entah ya. Orang ketakutan+kesakitan+panik mana punya waktu luang untuk mikirin hal yang ga penting kaya menghitung jumlah jarum.

Oh ya, jangan salah. Ditusukin jarum gini juga udah pegel, tapi ternyata itu belum seberapa. Masih banyak stage yang harus dilewati begitu lo masuk sarang Lucifer..

Langkah kedua, masih oleh anteknya, jarum-jarum tersebut dijepit pakai apa-itu-ntah-apa-namanya-pokoknya-capit-yang-buat-ngalirin-listrik. Trus dia menyalakan alatnya.


WHUA!!!!
Disetrum, asli. Sebenar-benarnya dialiri listrik.

Yang lebih mengerikan adalah, Mrs Lucifer dengan darah dingin selalu ngomong: tahan ya.. sambil menaikkan arus listriknya. Setiap beberapa menit dia kembali, trus naikin lagi sambil masih ngomong: tahan ya.., tidak peduli betapapun gw meringis pedih ato ngomong: Aduh!! Cukup dok. Udah pegel banget!!

O MY GOD. Dia udah pernah ngerasain dikursi listrik kaya gini belum sih? Seenaknya banget memperlakukan orang. Dan sedihnya, yes, I’m the one who ask her to do this. I even pay her to do her job. Which is, torturing me..

Empat puluh lima menit disetrum..

Besoknya, aku dengan bahagia baca sms yang dikirim tante as she do this f-a-n-c-y ritual just like I did before. “Hesti!!! Ya ampun sakit banget sih. Huhu :( what have I done to us? Kamu kemarin kok bisa sih, tahan banget..”

Tahan banget?! Ya ampun plis deh. Hukuman ala penjara Guantanamo itu justru benar-benar tak tertahankan banget!! You put me into this tante, now you have to feel it too ;) kekekek :D.

As I said before, it happened a long long time ago. Jadi gw sebenernya udah lupa kejadiannya. Tante yang menjerumuskan gw juga sudah gw maafin sejak lama (yang sekarang belum kumaafkan adalah suguhan komik ‘Aku Jadi Ayah’-mu Te! hihihi :D).

Tapi memang aneh, sampai sekarang gw merasa merinding, nggak suka, mual, dan segala macam stress simptons lain kalo harus ke rumah sakit B didepan Gal eh ga boleh menyebutkan nama deng ya :p. Karena kemarin gw habis ngobrol tentang akupuntur sama seseorang yang mo menyerahkan diri untuk disiksa juga, mendadak memori menyakitkan itu muncul lagi ke permukaan. Ya ampun, dulu kan gw pernah merasa tersiksa banget waktu ikut sesi-sesi workshop ‘One hour with Lucifer a day: Makes your happiness away’ itu! Pantesan gw trauma banget sama rumah sakit itu?!

Hahaha ^ ^

Got a Flat Tire in The Middle of Nowhere

Weird Stuff 7 Comments »

Suatu hari gw nyetir, melakukan perjalanan ke barat ;) dari Jogja. Cuma berdua my older sister, yang akhirnya terbukti tidak cukup berguna karena akhirnya toh dia banyakan tidur eh ups maab M :p.

Keluar dari Jogja, kita memilih lewat jalan tepi pantai lintas Kulon-Progo sampai Kebumen, instead lewat jalan umum biasa yang kinda boring. Udah penuh bis & truk, banyak traffic light, view yang dilewati juga biasa-biasa aja. Biasanya jalan ginian bikin BT (for me at least :p). Klakson sering berlomba memekakkan telinga. Mana asap knalpot dari macem-macem vehicle yang lewat menambah gerah suasana (bomba banget :p).

Kalau jalan dekat pantai itu (ga tau namanya), view nya keren deh. Rumah masing jarang, jadi kebanyakan sepanjang jalan isinya sawah/kebun/ladang jagung, Melinjo, Rumput Gajah dan seterusnya :D. Banyak pohon-pohonnya, jadi enak dilihat :). Jalannya sepi, kadang ngeliat sampai ke ujung jalan, seujung-ujungnya yang bisa lo lihat, ga ada kendaraan lain. Just you & the world :).

Dan karena vehicle yang lewat juga masih sedikit, jadi ga ada gumpalan pekat monoksida yang bisa mencekik leher kita. Udaranya enak, you can open your car window & breath the fresh air. Merasakan segarnya hembusan angin beneran, bukannya terkurung udara AC hasil recycle terus-menerus.

And if you’re lucky, kalo lagi musimnya, ditepi jalan-jalan itu kita bisa lihat sekelompok orang yang lagi melakukan berbagai aktifitas panen. Asyik kan, interesting banget. Coba deh bandingin kalo lewat jalan besar lintas propinsi/kabupaten itu. Yang kelihatan cuma ruko-ruko melulu. Halah ga menarik banget :D.

Anyway, di jalan tepi pantai tadi, ada sebuah jembatan yang melintasi sungai yang cukup besar (ga tau juga namanya). Sungai itu bener-bener hilir, langsung bermuara ke laut. Malah kalau kita lihat ke selatan dari jembatan itu, kelihatan buih ombak laut selatan loh. Samudra Hindia. Keren kan ;). Dan lautnya kelihatan as if deket banget.

(buat si bung: rasanya dah hampir mirip sama berkuda dipantai loh bung ;). Angin meniup rambut & baju membuatnya berkibar-kibar. Cuma sayangnya, ga berlanjut ke adegan favoritmu hehe :D)

Nah, gw lagi melewati jalan itu dengan happy. Merasa menyatu dengan alam banget ;). Tinggal ditambah scarf plus kacamata hitam, I’d be Jacky O yang lagi nyetir mobil sport haha.

Tahu-tahu, mobil jalannya aneh. Jadi gw berhenti. Oh oh, I got a flat tire! Aduh, my mid summer night dream mendadak pupus seiring kenyataan menghadang ^ ^.

Itu entah di dusun mana gitu loh. Sinyal ponsel juga ga ada. Peradaban, dimanakah kau berada…
Duh gimana nih. Padahal ‘learn how to change a flat tire’ masih melayang-layang di wish-list ku, belum terwujud nyata belajar ganti ban beneran :p. Kepanikan mulai merayapi gw & miss sleeping beauty ;) secara sore dah mulai merayap turun.

Tapi, ya ampun, setelah liat sekeliling, ternyata tempat gw berhenti itu pas banget didepan tambal ban!!! Wah, ternyata hidup tidak pahit-pahit amat kok eh :p.

Cerita pengantar selesai. Intinya, kami pulang dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia :D.
Nah, sekarang beranjak ke inti permasalahan.

Now, mungkin sudah ratusan kalinya gw lewat jalan itu lagi. Tiap kali, gw selalu serius banget merhatiin pinggir jalan, mencari-cari rumah semi bengkel tambal ban dulu. Nostalgia, gitu loh ;). Tapiii, sampai sekarang, gw belum pernah berhasil! I never found it. Aneh.

Ok, gw tahu, besar banget kemungkinan I missed it. Mungkin gw lagi nunduk ato tidur ato melamun ato ngeliatin kuku ato ngobrol ato apapun, pas lewat di tempat bersejarah tersebut, makanya ga lihat. But, I prefer to think that the place is actually never exist. The place only shows up & open ;) on some special case. Like mine ;). Keren ya pemiliknya. Tahu banget target marketnya, kapan dan dimana ;) hehe.

So, walau sampai sekarang aku masih celingak-celinguk kalau lewat situ, pengen melihat dengan mata kepalaku sendiri kalo tempat itu beneran ada dan sekaligus membuktikan that I’m not halusinating :p, I prefer to consider it as a misterious experience. Because after all, it is the mistery who keeps life exciting, right ;)
Moral of this story is:
This is very important: Learn how to change flat tire AS you learn driving.
Karena misalnya ternyata kamu ga beruntung, gagal untuk bisa nyetir, toh kesempatan karier masih terbuka lebar, lo bisa buka tambal ban!! ;). Tidak ada yang percuma kok, didunia ini ;) hehe.


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in