Ketidakpuasan

Life 5 Comments »

Masih tentang curhatan mbak warung ayam goreng, I just wanna say, mungkin ketidakpuasan itu ada dimana-mana. Dari warung kecil di pinggir jalan sampai ruang kantor di sebuah menara sumthing di Sudirman, Thamrin atau Kuningan ;)
Berapa pun gaji yang didapat, fasilitas dan kenyamanan yang dimiliki, kalau masih nggak puas, nggak akan pernah cukup gitu loh. Nggak puas. Sampai kapan? Sampai seluruh bumi ini dimiliki pun masih belum cukup. Masih ada Mars sampai Pluto. Kalaupun seluruh Bimasakti sudah ditangan, toh masih ada galaksi-galaksi lain ;)
Ada sebuah cerita dari mitologi Yunani tentang raja Erisikton yang dihukum Demeter karena begitu sombong dan berbuat semuanya. Demeter meminta dewi kelaparan, Peina, untuk meniupkan napas penderitaan pada Erisikton. Sejak itu, Erisikton tidak bisa berhenti makan. Semakin banyak ia makan, semakin lapar ia jadinya. Seluruh harta kerajaannya habis dijual untuk memenuhi nafsu makannya yang tanpa batas. Bahkan, ia tega menjual putrinya sendiri ketika ia sudah tidak punya apa-apa lagi untuk digadaikan.

Ngeriii..

Jadi, masih merasa nggak puas? Mau sampai kapan? Sampai batas yang mana? ^ ^

Wanted: Pangeran Tampan di atas Jaguar Putih To Save Me

Life 4 Comments »

Kemarin, sambil nunggu ayam goreng (yummy! :D) pesananku matang, aku nanya ke mbak-nya yang lagi goreng. Dari sebuah pertanyaan simple, ‘mbak, tutupnya jam berapa?’ akhirnya malah jadi sesi curhat selama setengah jam. Whua..

Dia dengan terbuka cerita tentang gajinya yang sebesar xx rupiah, tentang jam kerjanya dari jam 7 sampai jam 12 malam, tentang hari liburnya yang cuma dua minggu sekali. Aku malah dengan enteng jawab gini, “ya udah mbak buka sendiri aja. Udah bisa kan, resepnya.”
(Eh ups, kalo kupikir sekarang, gawat juga nasehatku itu :p. Kalo si mbak tiba-tiba kena wangsit dan nekad keluar, buka warung ayam goreng sendiri, gimana tuh haha :D)

Mbak warung trus menjawab, “Bisa sih mbak. Tapi tempatnya dimana? Cari tempat sekarang juga sulit. Mahal lagi.”
“Udah bosen banget mbak, sebenarnya. Pengen keluar, tapi nanti kerja apa.”
The other mbak ikut nimbrung, “Udah, cari suami, nikah aja.”
Aku (sambil ketawa), “Iya mbak, keluar, nikah aja. Kan enak, nggak perlu ngapa-ngapain tuh ;)”

Hmm.. jadi ingat, sekian tahun yang lalu aku pernah mengalami percakapan seperti ini juga, dengan teman kos yang lagi merasa stuck dengan hidupnya. Kuliah belum lulus juga ;), setelah lulus juga ga tau mau ngapain.
Dia, “Hhh.. bosen aku. Gini-gini terus. Nikah aja kali ya. Enak kan, nggak usah ngapain-ngapain.”

Aduh.. sedih nggak sih, kalo denger ada omongan gini. Nasib kita ada ditangan kita sendiri. Jangan berharap ada pangeran tampan dengan jaguar putih akan datang dan menyelamatkan kita dari hidup (yang dirasa) menyebalkan ini. Karena, bagaimana kalau dia tidak pernah datang? Apakah kita akan stuck terus ditempat itu, tetap dengan perasaan jenuh dan ketidaknyamanan yang mungkin semakin membesar? Rugi banget gitu lohhh.

Harusnya, tidak dong. Believe in yourself. Kalau kita mau, pasti ada jalan.

Itu, teorinya ;).
Nyatanya, mungkin semua orang diam-diam berharap akan ada perubahan besar dalam hidupnya. Akan adanya sebuah keajaiban yang datang menolong. Entah itu dalam bentuk pangeran tampan ;), putri cantik, menang undian, dan seterusnya dan seterusnya.

Well, miracle does exist, guys. Tapi, kita tidak akan tahu kapan. Bisa datang cepat, bisa lama. Dan bisa saja datang, bisa jadi tidak. Bukankah akan lebih menyenangkan jika kita bisa memastikannya? Dengan cara, mengusahakannya.

Berusaha, berdoa dan percaya ;)
Semoga keajaiban yang ditunggu cepat datang ya guys ^ ^
Buat mbak warung ayam goreng, Hai mbak. Thanks for the inspiration :). Hang on there gal ;). Besok kita ngobrol lagi yo mbak. Oh ya, jangan lupa pesenanku ayam gorengnya 3, nasi 2, es teh satu, es jeruk….

—————————————————————————————————————–
Hi there my prince charming ;) Loh, jaguarnya kok nggak dibawa sih, mas prince. Ini suzuki carry-nya siapa?! Uhh… :( :( :( Hahaha =)) :p :p

Student Idealism

Inter-human 4 Comments »

When I was in high school, once, there is this one guy from the province government who’s coming to our small town. A big shot guy. I can’t remember precisely who is he. But the bottom line is, his position is kinda important. Well, at least important for himself :p.

I joined a meal with him and others in one fancy restaurant. We sit together, maybe about 6 persons, at this same table.

The conversations was smooth. And mostly, because he’s the one who speaks most of the time. Smooth for him. And surely for the rest, because their main intention is to make mister big shot happy.

But from those long conversation, untill know, all I remembered was this words. When he said his ideas about idealism.
He:
“There’s another student’s demonstration yesterday. Demmand this and that. Huh, they’re full of idealism. Demmand to eliminate corruption. It’s nonsense. Student, what do they know about the real world. Now they do this. But when the time came for them to enter a real world, they’ll became the same. Just wait & see. There’s so many needs to think off. Those thoughts is only idealism of a student.”
And then he looked at me, smiled and said,
“Well, in the future, don’t be one of those student, ok”
The others laughed at his joke.
Me, I just smile too, being confused what should I recon.

Now, If I have a chance I think I’ll say,
Excuse sir, maybe you should turn around your brain so you could think right. The student idealism should not be vanish. In fact, we all should keep it with us every time, for the rest of our life. So, if everyone in the REAL world you mention have even only a tiny piece of those idealism, this country, maybe, will be much better. Those student idealism will influence people to think clear, to do the right think, not thinking the right digit (he should corrupt).
Well sir, I obviously can’t say what will I be in the future. But if I can choose, I’m sure I’ll prefer to be one of those student instead of you, mister big shot. But hey, what do I know, I’m just a student anyway :p

Unanswer Message

Current Affairs No Comments »

Thank God, I don’t addict to cellphone. Some people are attach to their cells more than to the air (haha, bomba banget :p).They speak on the phone like.. all the time(!), or checking their cells in every few second to see if there’s any sms coming.

I know. I was once one of them :).

But one day, I left mine at home & completely forget about it untill I’m in Jogja, entered my room, being alone & there’s a strong need to call someone. Anyone ;)
I feel uncomfortable at first, but soon I found some peacefull in this situation ^ ^. Finally, I can control my life! =)). Instead of being controlled by that small stuff. I can do whatever I want without got disturb. Any calls or messages.
Hey, I don’t say that socialize is not important. It does. But sometimes, there are times that all we want is some quiteness, rite ;)
I enjoyed it, & unfortunately, without being realize, it become one of my not-so-cool habit. I often left my cell. I set the silent mode all the time. It caused me lot of missed calls I got (Sorry, guys :p). Maybe I call them back, maybe I don’t :p. Many times I have to do this and that while I was hold the cell, trying to call them back (or reply any sms). Well, that thought soon flied away without notice. I forgot. I left those missed calls & messages abandoned for a while. And at the time I read them again, it was way to late to give any feedback. Sigh.. what can I do then :p :p.

It’s not a good thing, I know. Many friends complain about this to me.

But, If I look back, honestly :D, I think I’m not that bad. Come on, many times I reply sms as soon as they arrive. Especially the one with one-hot-issue in it ;), or if they came from one of my soulmate. I have so many soul mates I can’t count it myself. (Hey there Wet ;), you’re one of them you know. It include you+the mean auntie, him ;), Coelho, Bradshaw, that chinnesse guy who’s going to die soon :p, and many many more. Don’t worry, no marriage can break these soul-mate-relationship, honey ;))

Anyway, today, I sent many sms to many people. And I’m sure it definitely has one-hot-issue in it. Ticking like a time bomb, waiting for them to reply to me.
But, you know what, their respond was very-very dissapointing. Only a few reply me straight at the time. But the others reply is coming soo late. And others are not even give any respond.

Well well well, this is what I call a lesson =)). Now you know how it felt to be abandoned, gal.
Sigh.. allright, allright. I’m sorry guys. I try to be better next time ;). I’ll put my cell on my neck like a medalion, ok =)). But let me give you one lesson too: revenge is not the answer! It will make the war will never end!! Hahaha =))

Realize Only When Its Gone

Life No Comments »

Health is not everything. But without it, everything is nothing! Gitu kan ;)
Sigh.. dah berulang kali mengalami, masih lupa juga. I got sick. And i really-really miss those time when i’m healthy. Hiks :(. Buat yang sekarang sedang sehat, bertobatlah!!! Jangan tunggu sampai sakit hehe :p
:( :( :(

Keberanian

Uncategorized 3 Comments »

Kemarin seorang teman bercerita, tentang seluruh kakak-kakaknya, yang sukses meraih impian di perantauan. Pejabat negara, manajer swasta, usahawan besar.

What about him? Dia tidak merantau. Dia memilih pekerjaan biasa saja di kota kecil yang biasa pula. Tidak ada gemerlap atau pacuan adrenalin yang menantang dari pekerjaannya. Dari hidupnya. Well, mungkin ada sedikit ketegangan, ketika ibunda tercinta mengeluh pusing yang menghebat. Atau ketika asam urat beliau kambuh. Tergopoh-gopoh mengunjungi dokter dalam kekhawatiran, mungkin itu satu-satunya pacuan adrenalin yang muncul dalam hidupnya sekarang.

Dari satu sisi, orang ditantang untuk mengejar sesuatu yang lebih besar. Selalu. Mungkin karier atau peluang usaha di kota besar. Atau kota yang lebih besar lagi. Untuk berkembang dan berjuang mengembangkan sayapnya, sejauh-jauhnya sayap itu bisa ia rentangkan.

Satu hal yang tidak mudah. Penuh dengan usaha tanpa henti dan tujuan yang selalu bergerak menjauh. Berubah menjadi lebih besar dan lebih jauh tiap kali tergapai. Diperlukan niat, disiplin tinggi dan usaha yang gigih. Kebanyakan diiringi air mata, bahkan mungkin darah. Butuh keberanian besar untuk terus maju. Menjadi lebih kokoh justru dengan banyaknya rintangan yang terlampaui.

Tapi di sisi lain, keputusan untuk tidak melakukannya, justru begitu mulia. Jika alasan yang menyertai adalah keinginan untuk menjaga orang tua. Mendampingi dalam masa tua mereka.

Membuang keinginan dan impian-impian untuk terbang dan mengembangkan sayap sejauh-jauhnya. Memilih tetap hidup bersama orang tua yang sudah tidak sesehat dulu lagi. Demi menjaga dan menemani mereka. Memberikan kasih sayang tanpa pamrih, seperti yang dulu mereka lakukan ketika ia masih kecil. Merawat dengan sepenuh hati. Tanpa merasa terpaksa. Tanpa usaha untuk berkelit, atau berusaha menghindar dari kewajiban ini, atas nama apapun. Dan justru mendahulukannya di atas pekerjaan dan urusan lain.

Wahai teman,
itu, justru sungguh butuh keberanian yang amat besar.

———

Untuk orang-orang pemberani di luar sana ;), nothing compare deh. Selamat berjuang yaa.. ^ ^

Kehilangan Anak

Uncategorized 2 Comments »

Kalau kita kehilangan orang tua, pasti sakit/sedih banget rasanya. Macem-macem emosi yang datang. Sedih, kangen, menyesal, menyesal, dan menyesal. Mungkin gitu generalnya. Paling terasa mungkin adalah rasa menyesal, karena merasa berdosa, merasa belum cukup membanggakan, membahagiakan orang tua, dan seterusnya dan seterusnya.

Tapi, semua orang akhirnya akan mengalami itu (kecuali yang nggak punya kesempatan). Karena, itulah siklus kehidupan. Sesuatu yang pasti akan terjadi. Tidak bisa dilawan, walau dengan apapun.

Sekarang, bagaimana kalau, sebaliknya. Orang tua, yang kehilangan anaknya. Aku nggak tahu, nggak berani membayangkan. Tapi pasti rasanya sakit tak terhingga. Mungkin.

Mana ada sih, orang tua yang mengira sang anak akan mendahuluinya menghadap Sang Pencipta. Seharusnya aku yang dipanggil dulu, bukan anakku. Mungkin begitu pinta mereka.

Bagaimana tidak, buah hati yang susah payah didapat, diasuh dengan penuh kasih sayang. Segala daya & usaha orang tua pasti tercurah untuk anak mereka. Mereka lah semangat hidup orang tua. Semua tawa, canda, bahagia, bangga, harapan yang dimiliki orang tua, bersumber dari anak.

Buah hatinya gitu loh. Darah dagingnya sendiri.

Kakakku pernah sakit kinda serious. Walau Alhamdulillah saat ini sudah sembuh, sehat wal afiat, ditandai dengan seringnya ejekan yang terlontar antar kami berdua :). Tapi saat itu, membayangkan kalau sampai aku kehilangannya, stressku benar-benar sampai titik yang teramat jauh, melewati semua yang selama ini pernah aku tahu. Takut, khawatir, sekaligus tak berdaya dan berusaha ikhlas pada satu saat.

Apalagi kedua orang tuaku. Entah bagaimana kecamuk perasaan mereka saat itu. Aku yang selalu melihat sosok hero ;) pada ayahku, untuk pertama kali melihat betapa rapuhnya Beliau. Ternyata, hero juga manusia gitu loh :)
Bulan lalu, putri bapak kos meninggal. Kembali kulihat sorot mata rapuh itu. Tatapan sedih tapi berusaha tegar. Rindu yang amat sangat bercampur rasa ikhlas.
Mungkin, beliau masih ingin memeluk mbak Nena setiap hari, setiap saat.
Ingin melihat mbak Nena wisuda.
Menikah.
Melahirkan.
Punya cucu dari anak perempuan satu-satunya.

Buat semua orang tua yang kehilangan anak:
Mereka bilang, anak itu titipan Tuhan, bukan milik orang tua ;). Bagaimana kalau berpikir begini, anak itu titipan dari Tuhan. Dan sekarang ia sudah dipanggil kembali. Pasti untuk keadaan yang lebih baik. Sekarang Tuhan yang merawat anak kita ;). Justru mungkin dia jauh lebih baik dibanding ketika masih bersama kita. Nggak perlu khawatir atau takut, dia ada ditangan yang tepat! ;)
Mbak Nena, gimaana lebih Ok ya disana, nggak ada tsunami atau gempa kaya disini kan ;)

One lovely Quote

Life 3 Comments »

"To Love what you do and feel that it matters-how could anything be more fun?"

-Katherine Graham

From: http://www.agiftforteaching.org/teacher%20quote.jpg


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in