Finding God (no, not Nemo)
Religion December 9th, 2006We are so lucky. Have you ever realized that?
Why? Because, we are living, now, in this time (baca: ketika teknologi dan ilmu pengetahuan sudah sebegini maju).
Sebentar, yuk, pergi ke masa lalu. Bayangkan orang jaman dulu. Take Ibrahim for example. Yup, ‘that’ Ibrahim. The Prophet.
Lima ribu tahun yang lalu. Nabi Ibrahim, untuk menemukan Tuhannya, harus melalui perjalanan yang amat panjang dan (pastinya) membingungkan. Dia harus mengira-ngira, menebak, siapakah Tuhannya yang sejati..
Apakah matahari? Atau apakah bulan?
Sekarang, ayo maju dikit, ke seribu empat ratus tahun yang lalu. Jamannya Muhammad. Nabi Muhammmad menyepi di gua Hiro for a while, baru mendapat Wahyu. Pencerahan.
Usaha mereka sungguh luar biasa. Dan yang lebih hebat, saat itu bukti ilmiah pasti belum ada gitu loh. Jadi, kok bisa ya, (pengikut) Nabi Muhammad bisa yakin bahwa Quran itu benar? Bahwa apa yang ada di dalamnya adalah bener, dan bukannya usaha tipu-tipu/palsu/bajakan? (Emangnya di sini gitu loh; film bajakan, tupperware palsu :D, jeans palsu, tas palsu, obat palsu, teh (dalam) botol palsu, chiki palsu, taro palsu, terasi palsu, bahkan sekarang bedak bayi juga dipalsu!!-bahaya banget ga seh >:)
Nah, kembali ke masa sekarang. Hare gene..
Berbagai bukti ilmiah sudah ditemukan. Berbagai penelitian sudah membuktikan. Misalnya, tentang penciptaan dunia. Akhirnya terbukti, bahwa MEMANG kalimat-kalimat dalam Quran mengandung kebenaran. Kaya nama grupnya Gwen Steffani nan cantik ^ ^, No doubt, bo!
Seperti, memang dunia tercipta dalam 6 masa (Al Hadiid ayat 4). Bukti ilmiah, silahkan googling aja, teori dari para ahli astronomi (alias gw males nyarinya :D. Ada yang bisa bantu mungkin, nambahin link tentang teori 6 periode terjadinya dunia?).
Dan memang dalam penciptaan dunia(baca:Big Bang), langit berwarna kemerahan mawar (Ar Rahman ayat 52)=bukti ilmiahnya, dari foto-foto teleskop Hubble dunk. Beneran dulu waktu Big Bang, langit=angkasa, berwarna kemerahan dan sekaligus bentuknya kaya bunga mawar. Keren banget(fotonya).
Juga, memang matahari bersinar(cahaya dari dirinya sendiri) dan bulan memantulkan cahaya, dan bahwa matahari adalah pusat orbit (Yunus ayat 5). Bukti ilmiahnya? Masa sih, harus gw sebutin
…mang dulu pas pelajaran IPA di SD kemana aja.. :D.
Contoh lain, memang ada dua laut yang bertemu dan antara keduanya ada batas yang strict, sehingga nggak mungkin membaur (Ar Rahman ayat 19). Eh, btw, lutu banget nggak sih, di tengah laut gitu ada garis batasnya :D.
Anyway, kembali ke topik, maksudnya tuh laut/selat Gibraltar, Spain, yang menghubungkan ujung benua Eropa dan Afrika. Selat Gibraltar adalah tempat pertemuan antara Laut Atlantik dan Laut Tengah (is it?Bener nggak sih Laut Tengah :D). Perbedaan tingkat garam antar keduanya tinggi, jadi sampai kapanpun ya nggak akan bercampur, pasti ada garis batas gitu deh.
Hello.. jaman dulu, mana ada sih yang, tahu, bahwa hal-hal yang dikatakan dalam Quran adalah benar. Di abad tujuh gitu loh. Misal kaya hal-hal diatas. Tapi iman mereka tak tergoyahkan. Ibadah mereka luar biasa.
Sekarang, ayo, bandingkan dengan kita. Semua bukti ilmiah sudah ada. Semua kemudahan telah tersedia. Mau mempertebal iman, ke DT, pengen ketemu Aa Gym, bisa (weits, tenang dulu. Walau dia melakukan poligami bukan berarti dia mendadak jadi jahat & nggak OK. Dia tetep Aa yang dulu kok (semoga ^ ^). Kalem, menyenangkan. Bedanya.. sekarang istrinya dua! Waks..).
Terus, mau dzikir bareng, tinggal undang ustadz yang mana. Mo pilih yang paling ganteng biar lebih semangat dzikirnya juga bisa ;). Mau lebih menghayati arti hidup(dan mati), ikut ESQ, bisa. Mau dapat pencerahan tiap hari, bisa dapet sms mutiara dari Da’i yang mana saja, tinggal pilih. Tiap pagi habis Subuh, mau ikut pengajian Ustadz/ah yang mana aja, tinggal pencet remote tipi.
Kesimpulannya, hare gene, gampang banget nggak sehh, untuk bertemu dengan Tuhan :). Kita nggak perlu bertapa dulu empat puluh hari empat puluh malam di sebuah hutan di gunung Lawu (jangan lupa bawa Autan/Lavenda/dkk satu karton!). Juga nggak perlu menyembah matahari/bulan dulu dalam proses pencarian Tuhan (Matahari eh bulan, ya..dua-duanya lebih baik sih, siapa tahu lebih manjur.. Matahari dan bulan, minta laptop dunk!=ini contoh-red ^ ^).
Karena sebenarnya, pada detik kita (berusaha) mencari Tuhan, saat itulah kita sudah menemukanNya. Seperti kata monsieur Paulo Coelho yang sungguh keren di The Alchemist-nya, “setiap detik dari pencarian adalah perjumpaan dengan Tuhan”. Kalau masih kurang mantep ;), ini ada lagi kata-kata si Om Blaise Pascal yang menyatir kalimat seakan-akan dari Tuhan, “Kau tidak akan mencariKu kecuali jika kau telah menemukanKu.”
Kita sebenarnya nggak perlu kemana-mana. Karena Tuhan sebenarnya SELALU ada, nggak pernah hilang sehingga harus dicari. (Emangnya Tuhan dompetku, yang selalu menghilang :D. Ayo lapor polisi!
“Pak lapor, Tuhan saya hilang… “
“Ha? Kamu ngerjain saya ya?! Kurang ajar. Masuk penjara!”
DZIG…) Hehe :D.
Untunglah, percakapan diatas nggak akan pernah terjadi. Karena, Tuhan nggak pernah hilang. Bahkan Tuhan sangat dekat dengan kita. In fact, lebih dekat daripada urat leher kita sendiri (Qaaf ayat 16). Juga masih dari Al Hadiid ayat 4, yang nyebutin Tuhan bersama kita dimana saja kita berada.
See, seek no more my dear friend :). Nemo aja ketemu. Apalagi Tuhan gitu loh ;). Karena Dia, memang sudah dan selalu ada, di dekat kita. We already found God! (yang sebenarnya tidak pernah hilang, juga).
“Pak, lapor, Tuhan saya sudah ketemu. Ternyata di urat leher saya sendiri..”
“Ha? Kamu ngerjain saya lagi?! Kurang ajar. Masuk penjara lagi!!!”
DZIG…
Jogja, 4 Desember 2006
Special post untuk mas Adrian & mas Fallas (plus Ade of Cilacap) yang sudah menunjuk tepat di urat leherku ;). You rock, guys! ^ ^
December 9th, 2006 at 1:28 pm
judulnya sama mirip2 kaya punyaku…
kalo tuhan ada di urat leher. kamu ada dimana ? jantung, hati, otak ? mencari diri sendiri tidak ketemu palagi mencari tuhan. hahaha..
December 11th, 2006 at 2:28 pm
Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu. Bisa dibalik ga sii :D, mengenal Tuhan=mengenal diri sendiri. Jadi, kalo ketemu salah satu, otomatis sekali dayung dua-tiga pulau terlampau dunk ^ ^
(Sambil masih tidak bisa menjawab, aku dimana ya.. :))
January 7th, 2007 at 11:24 pm
Ralat dikit. Yunus:10 maksudnya Yunus:5 kali ya. Dan Yunus:19 nya juga kok kayaknya bukan ya..
Anyway, posting yang bagus banget nih..
Cheers,
- nug
January 16th, 2007 at 5:09 pm
Thank you bgt ralatnya mas Nugie ^ ^. Salah ya, aneh, mungkin aku harus ganti Quran eh :D. Anyway, congratulation for d new baby ya! ^ ^