Prioritas
Life 4 Comments »Tadi, habis ngobrol dengan seorang teman tentang ini-itu-macemmacem-termasuk-tempe-bacem-danseterusnya, akhirnya seluruh obrolan/keluhkesah/curhat/diskusi/brainstorming kami mengerucut pada satu kalimat saja: kenapa sih, orang sering nggak tahu prioritas? (baca:orang=kami sendiri, tauu :D)
Kenapa, coba?
Kalo menurut gw sih, sebenarnya, bukan itu pertanyaannya. The real question, pertanyaan aslinya, harusnya berbunyi gini ni: kenapa sih orang sering nggak MAU memilih (melaksanakan yang) prioritas?
Ayo, jujur aja deh. Masa nggak tahu prioritas. Kebohongan abad ini banget. Karena, plis deh, itu kan, sudah sangat jelas. Seterang siang. Prioritas adalah, yaitu:
Nomer satu uang,
nomer dua karier,
nomer tiga investasi,
nomer empat liburan ke Hawai,
nomer lima keluarga,
nomer enam kesehatan.
Eh, salah ya? :D.
Nah, itu salah satu lagi contoh nggak mau milih prioritas dengan benar. Yang bener aja, masa kesehatan ditaruh di nomer enam. Kalo kesehatan nggak ada, emang bisa gitu, melaksanakan yang nomer satu sampai lima?
Prioritas. Kata apaan sih ini. Perasaan kok terdengar agak mengancam ya. Prioritas..
(Sambil belum bisa nentuin prioritas untuk menyelesaikan posting ini, malah melamun merenungi kata p r i o r i t a s itu sendiri…)
P r i o r i t a s…
Studio, 10:17 PM, yang jadi prioritasku belum dikerjain malah nulis posting ini…