That F Word
Film 8 Comments »Kemarin-kemarin, mungkin karena habis nonton The Departed (yang hampir di tiap line dialognya pasti terselip kata f*** itu) dengan begitu intens-nya, tanpa sadar, tau-tau i found myself jalan sambil cursing.
Oke, tepatnya waktu jalan itu gw lagi bete bangeDD habis di-pingpong sana sini ngurus sebuah urusan menyebalkan yang makin dipikir makin nggak masuk akal. Disuruh sana-sini. Kurang ini itu. Nyari dibawah, katanya di atas. Ke atas, katanya dibawah, dan seterusnya dan seterusnya.
Sebelll nggak seh. Ugh..
Seperti yang dah gw tulis diatas, tau-tau, keluar sendiri tanpa gw sadar, dialog ala gank Frank Costello maupun SIU-nya State Police Departement =D.
…
Gw kaget juga. Bcoz i’m such a polite nice girl :D, yang ga pernah cursing gitu lohh. Kalo inget, selalu ber:tasbih-tahmid-takbir-tahlil dunk (yang nggak percaya… jangan ngacung! Sudah, diem aja lah… kekekek :D).
Later, tiba-tiba gw mikir. Gimana ya, kalo tiba-tiba kematian datang (waktu itu). Masa gw harus mati sambil ngomong sebuah kata yang sama sekali tidak ada manfaatnya banget buat kehidupan gw berikutnya itu..
Coba, diilustrasikan bentar..
Gw: F***!
tiba-tiba..JEDER!!! (die..)
tau-tau ada yang nanya:Siapa Tuhanmu?
Gw: …
Mo jawab apa coba, kalo kata terakhir sebelum nyawa melayang adalah F***?
Hiii ngeri ga seh.
Plis deh, kematian adalah sebuah kondisi yang kita semua belum pernah tau. Belum pernah dibuktikan bagaimana bagaimananya. Dan bukankah akan lebih save kalau kita bawa persiapan yang dirasa cukup oke, which is dalam kasus ini, jelas pertolongan dari Yang Kuasa.
Kalo kita mati (yang entah kapan aja bisa datang) dengan menyebut nama Yang Kuasa, kayanya lebih oke ya, daripada mati sambil membawa kata yang walau mungkin keren kalau ditonton disebuah film Hollywood tapi mm..tampaknya akan AGAK kurang berguna kali ya…di dunia sana..
I (definitely) dont wanna die by saying f***! Nggak keren banget seh!
Do you?