Wish I could turn back the time
Life April 9th, 2008Hari itu, semua hal tampak biasa saja. Nggak ada yang istimewa. Nggak ada penampakan yang menyuruh gw stay at home aja atau gimana. Semua berjalan seperti biasa. Jadi gw nggak curiga. Alam tampak diam saja, tidak mau mengungkapkan apa yang diketahuinya sama gw.
Pagi itu, gw parkir mobil. Biasa aja. Nggak menceng. Nggak heboh. Biasa. Gw mau turun. Gw buka pintu mobil gw, kanan, tentu saja. Dan..BRAK, dan entah suara apa lagi. It just happened so fast. Gw liat ada motor nabrak pintu gw, dan terpelanting. Dua orang penumpangnya jatuh. Untungnya, lalu lintas langsung berhenti, jadi mereka nggak kena bahaya lebih lanjut.
Detik itu, juga masih biasa. The sun go on shining. The sea rush to shore. The birds go on singing. The stars glow above(malemnya kali). Yang nggak biasa, hal itu sudah terjadi. Dua orang luka, yang satu kakinya harus dijahit.
I should have known. Tapi alam begitu pandai berakting, wajahnya tidak menimbulkan perasaan curiga sama sekali. Tidak tampak menyembunyikan sesuatu. Mungkin dulu ikut kelas akting wajib Didi Petet di IKJ.
Tapi, karena sudah terjadi, ya udah mau gimana lagi. Dibaca aja sekarang. Jadilah wartawan yang baik, ingat prinsip 5W 1 H. Terutama, what. ![]()
Kalau untuk masa depan yang masih membentang ;), well, berarti, harus waspada tiap saat aja kali ya.
Hiks..
Hehe ^ ^
April 10th, 2008 at 6:54 pm
duh hesti hesti….
April 12th, 2008 at 6:38 pm
begitulah Quin, Quin..
August 2nd, 2008 at 1:43 am
Untung tak dapat diraih, sial yang menghampiri.
Hee…ee….
tapi ada hikmanya_kan !..
u/ next time biar Titi D_J.
August 2nd, 2008 at 7:12 pm
Hehehe :p