Abraham Maslow, tahun 50an membuat
sebuah piramida kebutuhan. Ada
5 level. Menurutnya, manusia punya
kebutuhan masing-masing yang harus dipenuhi sesuai urutannya.

Level terbawah itu kebutuhan fisik.
Kaya makanan, tempat tinggal, dan lainnya(baca:uang). Jika hal ini sudah
terpenuhi, otomatis kebutuhannya akan meningkat ke level selanjutnya, level
atasnya. Sekarang yang ia butuhkan adalah kebutuhan akan rasa aman, dan begitu
terus sampai kebutuhan akan aktualisasi diri. Gambarnya
kurang lebih gini deh. 

Wow. Keren juga
ya si Om. Bisa ngerumusin kayak gini. Eh, wait, tapi ternyata banyak juga protes yang muncul. Karena, misalnya, orang
nggak melulu butuh uang dulu. Ada banyak seniman yang butuh aktualisasi diri,
bahkan walau ia masih kekurangan di kebutuhan level pertama, fisik. Ia nggak
peduli. Yang penting aktualisasi diri dulu, uang belakangan.

Memang terbukti
juga sih, bahwa semangat kayak gitu cukup manjur. Meyakini diri sendiri.
Melakukan apa yang diingini, trully. Uang akan datang dengan sendirinya kok. 

Banyak lho
kisah sukses orang yang merintis jalannya sendiri, yang sangat terjal. Ia nggak
milih jalan mudah, karena itu bukan yang ia inginkan. Ia melakukan apa yang ia
yakini, walau jalan itu 90 derajat sekalipun.

Dan seringkali,
memang itu membuahkan hasil. Ia akan mendapatkan yang ia mau. Aktualisasi
dirinya.
Lalu dengan
sendirinya penghargaan akan datang. Beken, laris, kaya, and so on, you know lah ;) semua bling-bling itu.

Protes lain untuk piramida Maslow
adalah pemikiran gini: kalau orang sudah mencapai aktualisasi diri, and then
what? What next, Om Maslow? Berarti
kan dia sudah nggak butuh apa-apa lagi.
Terus gimana dong, masa tinggal mati-nya aja? Ya nggak kaliii.

Mungkin lalu si Om pun berpikir.

“Iya, ya.
Contohnya gw. Gw kebutuhan fisik udah, rasa aman sip, kasih sayang melimpah
ruah, percaya diri-gw banget tuh, gw juga udah aktualisasi diri-secara piramida
kebutuhan gw jadi hits dimana-mana gitu loh. Tapi gw masih butuh sesuatu tuh.
Gw butuh koleksi lukisan.
Gw butuh berdialog dengan Tuhan. Gw masih butuh banyak hal, ternyata! O
my God, gw harus edit ini piramida..“

JREENG…maka direvisi-lah piramida
itu, di tahun 70-an. Om Maslow menambahkan 3 level ke piramida-nya itu. Gambar
piramida versi revisi kira-kira begini.

Ya sud guys, gw cuma mo nulis
tentang piramida si
Om ini aja. Topik ini biasanya sering dibahas kalau lagi ngomongin soal
pengembangan diri, kepribadian, yah, pokoknya hal-hal gitu deh ;). Besok-besok
kalau ternyata lo butuh, baca lagi posting ini ya. Semoga bermanfaat :).

Disini, tanggal ini.
(sambil beraktualisasi diri-yang akan menumbuhkan percaya
diri-sambil belajar sehingga kebutuhan akan pengetahuan tercapai. Yang lalu
jadi tambah merasa kecil dan ingat pada Sang Pencipta=kebutuhan transeden dan
seterusnya dan seterusnya. Wow Om Maslow, gimana ni, kok semua kebutuhan bisa
dibolak-balik???) ^ ^.