Pertama kali dapet binatang peliharaan tercinta (VW Kodok 61), I’m really-really excited. Keren bangetttt! Warnanya lutu pula, warna mutiara gitu. So special, nggak pasaran. Bukan krem neither white. Kalo dijalan ketemu VW kodok yang putih atau krem gw langsung bergaya angkuh, “Uhh, kerenan punya gw bangettt” Hahaha =)).

Selain terhadap sesama Kodok, gw juga merasa mobil gw lebih ‘tinggi derajatnya’ daripada mobil-mobil lain, yaitu yang terhitung mobil keluaran baru’. Yaaa..secara mobil gw lairan 61 gimana mobil-mobil lain nggak dianggap keluaran baru hihi :D.

Gw lalu menganggap manusia-manusia lain yang pakai mobil biasa-biasa saja as ‘biasa’ banget, secara mobil mereka nggak unik kaya Vw kodok gw. Jazz ;), 2.0 atau bahkan Z3 dan teman-temannya, kalah pamor lah, sama punya gw. Mereka menawarkan ke-keren-an, kenyamanan, kemudahan, instead of keantikan. Uniqueness, viwi gw bangetlah hahaha :D.

Si lutu ini, yang selanjutnya gw panggil ‘Pearl’, secara warnanya yang mutiara dan juga dia adalah mutiara dihatiku (weks), dulunya mobil mewah low. Ya,namanya juga dulu ;). Terus, konon kabarnya dulu Pearl adalah mobil PBB (entah untuk WHO ato organisasi yang mana) yang diimpor ke Indonesia buat, tentu saja, dipake untuk urusan-urusan yang sangat penting.

Hmm..luar biasa, bahkan sampai sekarang tampaknya, Pearl selalu dipakai untuk urusan-urusan yang sangat penting. Contohnya, gw pakai Pearl untuk ke pasar, ke bengkel AC(Acnya mati), ke bengkel VW(mesin nggak mau idup), ke salon potong rambut, ke salon facial, ke salon yang lain lagi untuk menipedi, pagi-pagi jalan-jalan keliling kota sambil beli serabi, dan seterusnya. Penting banget nggak sih! Hehe :p.

Singkat cerita, she is, trully precious, a real jewel, well, at least..for me :p.

Tapi, nah, tapi-nya ini yang lo tunggu-tunggu kan. Menunggu datangnya kabar buruk. Huh dasar sirik lo!

Lanjutt..

Tapi, lama-lama kerasa, Pearl was way too difficult for me. Levelnya terlalu tinggi, hiks. I cant handle her as good as she should get.

Jadi, begini ceritanya. Secara Pearl adalah mobil lama, dia tidaklah seperti mobil-mobil keluaran ‘hari gini’ yang semuanya serba otomatis dan relatif tahan ‘serangan’. Pearl sangat sensitif dan cukup manja, harus dirawat dengan intens dan disiplin. Which, I cant provide.

Ya..secara gw nggak ngarti tentang mobil gitu loh. Paling ahli kalo soal mengosongkan tangki bahan bakar aja haha.

Jadilah Pearl sering opname. Sedih jadinya hiks. Gw nggak bisa merawat dia dengan proper. Pearl jadi sering sakit-sakitan. Padahal masalahnya cuma sepele. Coba kalau gw rajin ngecek dan cukup handy untuk melakukan basic-nurturing (untuk standar mobil lama ya tolong, bukan sekedar ngecek air karburator ). Sebelum flu, harusnya langsung dihajar vitamin biar nggak kebablasan atitnya. Nah, masalahnya, gw nggak tau vitaminnya apa dan gimana cara minumnya. Hiks..i’m so sorry Pearl.. :__(

Jadi, akhirnya, mau nggak mau, demi efisiensi semua hal, termasuk efisiensi rasa bersalah gw, terpaksalah gw merelakan Pearl untuk diasuh orang lain. Seorang pet-lover yang lebih baik dari gw. Yang tau bedanya batuk kering dan batuk berdahak. Juga cepat tanggap kalau Pearl mulai demam masuk angin abis keujanan. Huhuhu.. :__( sedihnya.

Pearl, baby, baik-baik ya Nak, disana. I’m sure your new owner will take good care of you. Much much better than me.

Bye-bye love..

Hiks..

-Juni 2008-

PS: My biggest regret was, belum sempet ikut touring bareng Pearl huhuhu.

PS 2: You know who the new owner? It’s Baim. Yes, that Baim, Artika Sari Dewi’s Baim. Former Ada Band’s vocalist. Well, take good care of her ya Om Baim.. Anyway, kemarin-kemarin nonton infotainment dan histeris liat Pearl-ku, waktu Om Baim ini di-interview. Miss you Pearl..

PS 3: Be realistic, kalau sudah punya banyak waktu dan tenaga-dan spare money tentu saja, bolehlah punya Pearl jilid 2. Kalo sekarang, mobil Jepang terbaru sounds terrific! Mau dunkk. (Hi Pearl. What, you are listening to me? So sorry for cheating on you huhu :_(